Skip to main content

belajar manjadi dewasa


belajar menjadi dewasa terus... ?? belajar ... belajar ...
ternyata belum juga jadi dewasa dengan berbagai peran yang kusandang
sebagai makhluk ah... jauhnya.. aku akan terus berlari
walau sesekali tersendat ... never give up ...

sebagai ibu, masa saingan manjanya sama anak-anak...

sebagai istri ... hi... hi... hi... ayah 100% wajib bersabar lagi
kita masih berjuang untuk sebuah istana dunia yang semerbak sakinah mawaddah warahmah

sebagai guru untuk murid-muridku, cintaku belum 100% pada kalian anak-anakku maafkan ...
doakan bisa kurubah menjadi cinta tanpa pamrih pada kalian ...

sebagai teman sudah kucoba belajar lebih bersabar, tapi kadang menjadikanku lemah dan
tak mampu kalian jadikan sandaran
doakan dan kuatkan aku berlatih menjadi sebatang pohon yang kokoh ...

sebagai tetangga aku belum sepenuhnya mengasihi ...

sebagai kakak ...
mungkin terlalu sayang pada kalian adik2ku dan menjadi terlalu kaku
aku harus belajar pada jaman yang tterus berganti ...

sebagai anak ...
betapa aku rindu menjadi seorang pemberi ...
aku masih gagal sebagai kebanggaan bapak dan ibu
di luar istanaku separoh jalanku menjadi pemberi
tapi dalam naungan kasih kalian aku masih menjadi peminta

ya Alloh ... tetaplah bimbing aku hambamu
amiin

Comments

Popular posts from this blog

tante nita

kangen... tan

Berdamai dengan Teguran

(Part 1) Kenapa saya menulis seperti ini?? Karena saya mengalami hal yang sangat tidak mengenakkan dan semoga tidak berulang di lain waktu. Betul dan salah bagaikan dua sisi mata uang, so close with us. Niatnya menegur, sudah pakai cara yang santun, yups dapat semprotan balik, wow koq begini ya! Catatan juga buat anak-anakku tercinta yang tidak luput dari pengelihatan bundamu. • Alasannya pasti ada saja, tentu saja beribu alasan selalu tersedia, kita pun tidak bermasalah dengan alasan yang terlontar apapun bentuknya dan itu suatu permakluman dari seorang teman. • Tapi yang jadi masalah caranya minim samalah dengan standar jemuran maksudnya teguran yang diberikan, syukur-syukur more better wong ya walaupun sedikit memang kita ada khilafnya. • Alasan ataupun pembelaan diri secukupnya dan sewajarnya sajalah, kiranya orang yang menegur paham alasan kehilafan kita, jangan sampai mencari kambing hitam, memperlebar pembicaraan yang memperkeruh masalah. • Meminta solusi kedepan...

assalamu'alaikum

keluarga baru