Skip to main content

Doa di pagi hari

Sesaat mataku tertahan pada milis yang masuk ke emailku hari ini dari seorang teman ... . 
Ah betapa indah hari2 yang ku lewati jika semua terlantun doa untuk saudara2, teman2 bahkan rival kita mungkin ... .
teruntuk teman, kerabat yang berada di sekelilingku semoga catatan ini bisa diambil hikmahnya...




Pagi ini ketika aku melangkahkan kaki keluar rumah.
Ya Allah, aku memohon bisa bahagia dengan orang-orang yang aku temui hari ini. Aku juga memohon bahwa mereka juga bahagia dengan keberadaanku. Semua kuserahkan pada-Mu, sehingga tidak perlu ada khawatir dan ketakutan. Karena aku yakin, setiap harinya akan selalu ada kejutan-kejutan indah untukku. Semoga aku dan orang-orang disekitarku dapat saling belajar dan saling memberi manfaat.

Ya Allah, maafkan aku jika beberapa hari ini aku rapuh dan selalu mengeluh. Tapi mulai pagi ini, aku seharusnya bersyukur dengan semua nikmat yang tidak bisa aku hitung. Aku masih bisa bernafas, masih bisa berjalan, masih bisa ketik email ini.
Mohon jauhkan aku dari berkeluh kesah, kesempitan pikiran, kekotoran hati dan dari kemalasan tubuh ini.
Dan Ya Allah…
Yang membaca tulisan ini ini adalah saudaraku yang baik. Jaga, sayangi, kasihi, cintai dan lindungi ia selalu. Mudahkan urusannya, lapangkan hatinya, kuatkan dan teguhkan imannya agar ia tetap istiqomah di jalan-Mu. Sambung cintanya yang pernah terputus dengan cinta-Mu yang Maha Agung, agar setiap waktu, suka dan duka hanya Engkau satu-satuNya yang menjadi sandaran hidupnya.

Mohon limpahkanlah kasih dan berkah-Mu, yang akan senantiasa memenuhi bumi ini...  Selamanya dan selamanya....
Maha Suci Engkau, Tuhan Segala Kemuliaan. Semoga kesejahteraan atas para Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam. Amiin

"Ya Allah, berkenanlah Engkau membuat baik agamaku yang merupakan pemelihara urusanku, berkenanlah Engkau membuat baik duniaku yang aku hidup di dalamnya, berkenanlah Engkau membaikkan akhiratku yang merupakan tempat kembaliku. Berkenanlah Engkau menjadikan hidup sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, dan menjadikan mati sebagai istirahat bagiku dari setiap kejahatan." (HR. Muslim)

Comments

Popular posts from this blog

tante nita

kangen... tan

Berdamai dengan Teguran

(Part 1) Kenapa saya menulis seperti ini?? Karena saya mengalami hal yang sangat tidak mengenakkan dan semoga tidak berulang di lain waktu. Betul dan salah bagaikan dua sisi mata uang, so close with us. Niatnya menegur, sudah pakai cara yang santun, yups dapat semprotan balik, wow koq begini ya! Catatan juga buat anak-anakku tercinta yang tidak luput dari pengelihatan bundamu. • Alasannya pasti ada saja, tentu saja beribu alasan selalu tersedia, kita pun tidak bermasalah dengan alasan yang terlontar apapun bentuknya dan itu suatu permakluman dari seorang teman. • Tapi yang jadi masalah caranya minim samalah dengan standar jemuran maksudnya teguran yang diberikan, syukur-syukur more better wong ya walaupun sedikit memang kita ada khilafnya. • Alasan ataupun pembelaan diri secukupnya dan sewajarnya sajalah, kiranya orang yang menegur paham alasan kehilafan kita, jangan sampai mencari kambing hitam, memperlebar pembicaraan yang memperkeruh masalah. • Meminta solusi kedepan...

assalamu'alaikum

keluarga baru