Skip to main content

oleh-oleh liburan


Harusnya hidup tidak perlu dibebani yang berat-berat apalagi masalah pekerjaan.
Tapi kiq ya syusah banget ya
Berat hati untuk melangkah, karena rasa yang mendalam. habis liburan panjang menghabiskan waktu dengan 3 jagoan kecilku, Atha, Amar, dan Askar di tempat mbah guru di purbalingga (wonderfull moment)...
Walaupun separuh hati tertinggal di kampus tercinta dengan kerjaan yang menumpuk ohmm...
sudah mulai aktif ngantor lagi, separuh hati lagi. ditengah tumpukan kerjaan, hatiku terbagi dengan cintaki di rumah. Dasar manusia... maunya apa sih?

Sadar diri, kalo bunda satu ini tidak ada apa-apanya...
tapi yakin deh punya hati penuh cinta untuk jagoan2 ku tercinta, ayah yang ndut, bapak ibu nun jauh di sana, ibu mertua yang baik hati, dll yang tidak bisa disebutkan satu persatu

banyak yang terlawat, sedikit akan kuikat di sini...
Atha renking 1, hafalannya lumayan Al Ghosyiah ayat 16 (liburan hafalannya gak nambah2)
Ammar, lucu banget walaupun kadang cengeng juga, tapi hebatnya deket banget sama Askar.
Kemarin sempat bilang, "Bunda, sabar ya,... " waktu nonton bareng, biasanya rebutan remot u nonton tv bareng. Bahasa simplemu bikin bunda mmm... bangga, seneng, he3 malu jg, anakku hebat
Askar dah latihan maem sama bibling nya banyak, lucu cute banget
2 hari di Darma nengok mbah buyut yang heubat, pade Sugeng n keluarga. sekalian nunggu mba ririn yang belum lahiran, dah lewat 5 hari semoga lancar dan diberi kemudahan.
ke tempatnya mba ipung, anak2 sama dipta. hiy... akur2, sukses jadi baby brother dip!
Anak2 ke tempat mas nung, bw oleh2 banyak deh...
Alhamdulillah syukur nikmat tiada tara, sehat, kesempatan, umur panjang, orang2 penuh cinta disekelilingku... jadi pengin nangis... luv you all...
Semoga tidak ada rasa benci tertinggal, bertanam cinta pasti kan menyemai cinta!


Comments

Popular posts from this blog

tante nita

kangen... tan

Berdamai dengan Teguran

(Part 1) Kenapa saya menulis seperti ini?? Karena saya mengalami hal yang sangat tidak mengenakkan dan semoga tidak berulang di lain waktu. Betul dan salah bagaikan dua sisi mata uang, so close with us. Niatnya menegur, sudah pakai cara yang santun, yups dapat semprotan balik, wow koq begini ya! Catatan juga buat anak-anakku tercinta yang tidak luput dari pengelihatan bundamu. • Alasannya pasti ada saja, tentu saja beribu alasan selalu tersedia, kita pun tidak bermasalah dengan alasan yang terlontar apapun bentuknya dan itu suatu permakluman dari seorang teman. • Tapi yang jadi masalah caranya minim samalah dengan standar jemuran maksudnya teguran yang diberikan, syukur-syukur more better wong ya walaupun sedikit memang kita ada khilafnya. • Alasan ataupun pembelaan diri secukupnya dan sewajarnya sajalah, kiranya orang yang menegur paham alasan kehilafan kita, jangan sampai mencari kambing hitam, memperlebar pembicaraan yang memperkeruh masalah. • Meminta solusi kedepan...

assalamu'alaikum

keluarga baru