Skip to main content

Atha

Atha jagoanku, lahir 7 years ago. Cerdas n suka 'gambar gak jauh beda sama ayahnya n bundanya. Matematikanya lumayan encer tapi males belajar sama rada ngotot. Like me? maybe ya ... . Ah mungkin memang baru masanya gitu, menjadi ujian buat kami, ayah dan bundanya dengan segala kekurangan yang tampek lebih banyak dari lebihnya ... yang menjadikan kami belum lulus ujuan kesabaran dan keikhlasan dalam mendidik buah hati kami tercinta.
bersama Atha aku dan ayahnya (suamiku tercinta...) belajar berbicara pelan, merendah ketika mengingatkannya, menahan amarah ketika ia membuat ulah, belajar diam ketika amarah terlanjur tersulut, memperbanyak doa dalam iringan waktu yang menghimpit disela kesibukan kami, memaksa melepas label yang kadang tak sadar terlontar dan menghitamkan memorinya...
Aku sadar banyak hal yang masih jauh tertinggal ...
Belajar mencintai Atha, menerima Atha sepenuh hati tanpa syarat.
Bukan lagi ungkapan "Sayang, nanti kalo kamu rengking 1, bunda akan kasih hadiah,..."
Atha, semoga ayah dan bunda bisa lebih ikhlas mencintai kamu, nak... jauh dari prasyarat yang kadang kamu juga tidak tahu...
Maafkan ayah dan bunda yang kadang menganggap kamu sudah tahu semua yang kami minta ...
Maafkan ayah bunda nak,...
we love you so much. Semoga menjadi anak sholeh ...

Comments

Popular posts from this blog

tante nita

kangen... tan

Berdamai dengan Teguran

(Part 1) Kenapa saya menulis seperti ini?? Karena saya mengalami hal yang sangat tidak mengenakkan dan semoga tidak berulang di lain waktu. Betul dan salah bagaikan dua sisi mata uang, so close with us. Niatnya menegur, sudah pakai cara yang santun, yups dapat semprotan balik, wow koq begini ya! Catatan juga buat anak-anakku tercinta yang tidak luput dari pengelihatan bundamu. • Alasannya pasti ada saja, tentu saja beribu alasan selalu tersedia, kita pun tidak bermasalah dengan alasan yang terlontar apapun bentuknya dan itu suatu permakluman dari seorang teman. • Tapi yang jadi masalah caranya minim samalah dengan standar jemuran maksudnya teguran yang diberikan, syukur-syukur more better wong ya walaupun sedikit memang kita ada khilafnya. • Alasan ataupun pembelaan diri secukupnya dan sewajarnya sajalah, kiranya orang yang menegur paham alasan kehilafan kita, jangan sampai mencari kambing hitam, memperlebar pembicaraan yang memperkeruh masalah. • Meminta solusi kedepan...

assalamu'alaikum

keluarga baru