Skip to main content

Teman

Sangat terasa ketika dada mulai disesakkan berbagai masalah dan di teror kegelisahan...
Mengharap benar-benar ada teman yang menopang kita, membenarkan apa yang telah kita perbuat, menyemangati apa yang kita lakukan, membela posisi kita, pokoknya is the best-lah!
Apakah itu potret seorang teman sejati? Seandainya kita dituntut untuk bisa menjadi seperti itu, mampukah kita ? I don't think so, capee dech...
Teman sejati, I don't know what he or she alike? Teman cukuplah untuk saat ini, untuk mengkoreksi kekurangan kita, menyemangati saat kita nglokro...

Comments

Popular posts from this blog

tante nita

kangen... tan

Berdamai dengan Teguran

(Part 1) Kenapa saya menulis seperti ini?? Karena saya mengalami hal yang sangat tidak mengenakkan dan semoga tidak berulang di lain waktu. Betul dan salah bagaikan dua sisi mata uang, so close with us. Niatnya menegur, sudah pakai cara yang santun, yups dapat semprotan balik, wow koq begini ya! Catatan juga buat anak-anakku tercinta yang tidak luput dari pengelihatan bundamu. • Alasannya pasti ada saja, tentu saja beribu alasan selalu tersedia, kita pun tidak bermasalah dengan alasan yang terlontar apapun bentuknya dan itu suatu permakluman dari seorang teman. • Tapi yang jadi masalah caranya minim samalah dengan standar jemuran maksudnya teguran yang diberikan, syukur-syukur more better wong ya walaupun sedikit memang kita ada khilafnya. • Alasan ataupun pembelaan diri secukupnya dan sewajarnya sajalah, kiranya orang yang menegur paham alasan kehilafan kita, jangan sampai mencari kambing hitam, memperlebar pembicaraan yang memperkeruh masalah. • Meminta solusi kedepan...

assalamu'alaikum

keluarga baru