Skip to main content

catatan tentang aku dan temanku

Dia sahabatku, temanku,...
walaupun durinya sudah berkali melukaiku
tapi aku tahu
itulah caranya mengingatkanku untuk lebih berhati-hati

tidak hanya sekali dua kali ucapannya menusuk perasaanku
kucoba pahami
itulah caranya mengingatkanku untuk lebih menjaga lidahku

dia lebih suka membungkus rapat kecantikan hatinya
dengan catatan peringatan untuk membuatku jadi lebih baik

ah indahnya
setelah kutahu betapa cantik dirimu dibalik kata, sikap
yang masih saja aku merasa tersakiti karenanya

ya Alloh,
jagalah dia,...
jadikan dia menjadi kupu-kupu cantik
agar semua mata bisa merasakan indahnya
bukan sebatas mengangankannya

Comments

Popular posts from this blog

tante nita

kangen... tan

Berdamai dengan Teguran

(Part 1) Kenapa saya menulis seperti ini?? Karena saya mengalami hal yang sangat tidak mengenakkan dan semoga tidak berulang di lain waktu. Betul dan salah bagaikan dua sisi mata uang, so close with us. Niatnya menegur, sudah pakai cara yang santun, yups dapat semprotan balik, wow koq begini ya! Catatan juga buat anak-anakku tercinta yang tidak luput dari pengelihatan bundamu. • Alasannya pasti ada saja, tentu saja beribu alasan selalu tersedia, kita pun tidak bermasalah dengan alasan yang terlontar apapun bentuknya dan itu suatu permakluman dari seorang teman. • Tapi yang jadi masalah caranya minim samalah dengan standar jemuran maksudnya teguran yang diberikan, syukur-syukur more better wong ya walaupun sedikit memang kita ada khilafnya. • Alasan ataupun pembelaan diri secukupnya dan sewajarnya sajalah, kiranya orang yang menegur paham alasan kehilafan kita, jangan sampai mencari kambing hitam, memperlebar pembicaraan yang memperkeruh masalah. • Meminta solusi kedepan...

assalamu'alaikum

keluarga baru